Minggu, 23 Agustus 2009

dari mencari :'last'

dia pastinya mengerti.
aku selalu sakit perut setiap ingat hanya dengan dia aku bisa bicara lama,melontarkan ide aneh,pemikiran gila dari hal hal yg sebetulnya sangat biasa. padahal aku tidak terima dibilang aneh. aku hanya melihat suatu subjek lebih dalam lagi, dengan perspektif yang tidak biasa. kadang,suatu istimewa terlihat dari definisi yg terbalik dari suatu hal sederhana.

aku jadi ingat.

aku mempunyai sebuah gelang yang terangkai dari banyak mutiara warna warni seperti pelangi. tapi tiba-tiba satu mutiara itu hilang. dan ya,aku panik. aku mulai mencari sepenjuru ruangan, tapi karena mutiara itu kecil dan efek mata ku yang agak bermasalah dalam melihat suatu objek mini akhirnya aku memutuskan mencari dengan menggunakan kaca pembesar yg kutemukan dikamar ibuku.

tapi ternyata mutiara itu tetap saja hilang.

semenjak itu aku mulai sering menggunakankaca pembesar itu dimana saja. kapan saja. bukan,aku bukan menggunakannya untuk mencari mutiaraku yg hilang. tp aku ingin melihat dunia dengan kaca pembesar itu.
dan diam diam,tanpa aku sadari aku berharap akan ada yg melihatju dengan cara yg sama. tapi tentu saja berulang kali aku kecewa. sepertinya sulit menemukannya. kadang tingginya ekpektasi menghancurkan segalanya,bahkan membuat sekujur tubuhku nyeri. tapi lalu apa? berhenti?tidak mencoba dan mencari lagi?berdiam dan menyerah? untungnya, airmata ku selalu bisa kusuruh untuk berhenti. dan aku terus berjalan lagi.

mencari.

dan akhirnya bertemulah aku dengannya. di suatu tempat yang seharusnya normal normal saja. tidak ada yg istimewa. 3 menit pertama dia memicingkan mata menatapku. dan akupun membalas mengernyitkan dahi menatapnya.
lalu aku mengeluarkan kaca pembesarku..
perlahan dahiku tidak lagi berkerut.
kaca pembesarku tepat sampai didepan wajahnya. dan ternyata dia juga tidak lagi memicingkan mata.
dia tersenyum lembut, sangat lembut.
kaca pembesarku sampai ditangannya,dan aku mengerti apa arti senyumnya. senyum itu untuk apa.
jemarinya sedang menggenggam kaca pembesar juga.
melihat mutiara biasa menjadi sangat istimewa karena tidak bisa dilihat kapan saja.

...in me.

semoga kamu baik baik saja hai jiwa yang istimewa. semoga kamu dan aku baik saja sampai kita berdua tiba di tempat seharusnya. -meskipun agak lama-

dan Tuhan, terima kasih untuk mereka,terimakasih untuk perjalanan,petualangan,dan pengalaman yang luar biasa indahnya. terima kasih untuk semua. terima kasih untuk selalu ada.



aku menyayangimu sebanyak yang aku bisa

1 komentar: