Minggu, 19 September 2010

take a day to recognize

Some people depend on society,

I say try living in poverty.

Some people hold Their heads high,

I say give a doubt full moment a try.

Some people step outta bound,

I say keep safe, stand your ground.

Some people feel they deserve the best,

I say what makes you better then the rest.  

Some people may never know how to live,

I say take a day and give.

then,,

Some people live in fear,
I indulge in it.
Some people burn and turn,

I say you get what you get. 
Some people say life ain't fair,
I say true happiness is rare.
Some peoples believe in fate,
I say live life at your own rate.
Some people give to get,
I say you can't always double your bet.
Some people will never understand,
I say give those a helping hand.

Senin, 30 Agustus 2010

my own photograph

It was taken some time ago. 
At first it seems to be 
a smeared
print: blurred lines and grey flecks 
blended with the paper; 

then, as you scan
it, you see in the left-hand corner 
a thing that is like a branch: part of a tree 
(balsam or spruce) emerging 
and, to the right, halfway up 
what ought to be a gentle 
slope, a small frame house.

In the background there is a lake, 
and beyond that, some low hills.

(The photograph was taken
the day after I drowned.

I am in the lake, in the center 
of the picture, just under the surface.

It is difficult to say where 
precisely, or to say 
how large or small I am:
the effect of water 
on light is a distortion

but if you look long enough, 
eventually
you will be able to see me

Rabu, 18 Agustus 2010

the writer is..

'you are still become my deadly pestilential, ever.

my guilty pressure, my sweet sins, my first fallen-down-to the deepest, my broken hearted'

i found this notes in my old organizer.

i guess i know who the writer was.

thanks, experience.

Rabu, 14 Juli 2010

jalan Tuhan

kamu tahu apa yang paling saya inginkan?
saya ingin melihat dunia.. saya ingin berlari ditengah bioma stepa dan lembah bunga himalaya, saya ingin menjadi saksi kemegahan kota kuno dipolandia utara, saya ingin merasakan pasir putih maladewa, saya ingin menunggang kuda sepanjang altai siberia, saya ingin memacu adrenalin saya dengan kecantikan padang savannah Afrika..

ya, saya cuma mau memanfaatkan umur saya untuk melihat karya Tuhan yang luar biasa.

sekarang umur saya sudah hampir 22 tahun, 18 tahun terakhir saya habiskan berlari lari menghirup celah celah edukasi yang (katanya) adalah investasi terbesar seorang manusia. dan ya, satu kewajiban itu sudah saya selesaikan. saya sudah menyelesaikan strata1 saya. tingkatan standar dari fase perkuliahan. selebihnya, seharusnya saya boleh menganggap 'hutang' saya telah selesai. dan saya mempunyai hak sepenuhnya untuk berlari, dan kembali ke titik impian saya: melihat dunia..

saya sering berpikir, seandainya besok dengan paspor ditangan saya bisa pergi dari sini, tidak..jangan kira saya tidak mencintai negri ini. saya mencintai negri saya dengan segala keindahannya. toraja, bukittinggi, bunaken, ranu kumbolo, raja Ampat Papua, dan ah terlalu banyak . tapi saya ingin pergi lebih jauh lagi, saya ingin berpetualang tanpa beban, tanpa desakan untuk pulang. saya ingin menjumpai berbagai macam orang didunia, dari segala ras, segala agama.. saya ingin memperkaya jiwa saya, pengetahuan saya..

tapi lihat saya sekarang. ya, saya ada didepan laptop saya. saya sedang menjelajahi dunia maya untuk mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan. ya, betul sekali. tampaknya saya secepatnya akan menyerahkan jiwa saya di tangan tangan liberalisme dan feodalisme. sepertinya prinsip 'yang kuat akan menang' akan saya resapi sepenuhnya. dan ya, selanjutnya saya ingin mewujudkan dongeng cinderella versi saya, dimana ada pangeran tampan berpedang yang akan mencintai saya dengan sempurna..

ya, itulah hidup. itulah hidup saya. mungkin terlihat jika saya menyesalinya. tidak, tidak sama sekali. karena saya tahu setiap mimpi yang manusia pikirkan harus segera dibangunkan dengan keterbatasan.
saya mengapresiasikan keterbatasan itu layaknya jalan Tuhan.

jalan Tuhan untuk saya.
dan bukankah Jalan Tuhan selalu yang terbaik?

Selasa, 29 Juni 2010

random perspective

What we did was, we created organic machines and gave them their own intelligence, we modeled them on ourselves, gave them organs, a heart and a brain (some of them we just wanted to stay put, so we gave them roots instead), obviously we didn’t want them to be as smart as we were, and we didn’t want them to look like we did, we just wanted them to spread out over a planet and be around whenever we needed them.
It’s easy to control them and get pretty much anything you want out of them, if you know the right words to use and the right spots to scratch.
Unfortunately, your colony, due to whatever reasons, seems to have forgotten things.

Don’t worry,you’ll be filled in properly later.

cerita tentang kamu

tiba tiba saya mau bercerita tentang kamu.
saya tidak tahu kamu akan membaca tulisan ini atau tidak, tp saya tidak lagi peduli.

saya ingat dulu disekolah di sma, saat saya masih memakai seragam putih abu abu yg setengah mati saya banggakan, saya melihat kamu.
saya berada dilantai 3, disudut kelas saya.. saat saya baru resmi menjadi anak sma.
kamu dibawah sana, berbaris, dengan rompi coklat mudamu.. kamu dan teman temanmu tampak berbeda.
saat itu saya tahu kamu si kakak kelas, si kakak anggota mpk.
kamu tahu apa yang saya lihat waktu itu?
saya melihat kamu tersenyum.

dan apakah kamu tahu?
saya memperhatikanmu didetik itu, menit itu mata saya tertuju kepada kamu.

pasti kamu mengganggap saya suka kamu layaknya seorang adik kelas kepada seniornya?
kamu salah. saya tidak menyukai kamu. tidak sama sekali.
tapi saat itu sayapun tidak tahu mengapa mata saya terus melihat ke arahmu.
ke senyuman itu.

sejak saat itu saya tahu kamu. bukan, bukan namamu. saya tidak peduli namamu. tapi saya tahu kamu adalah sikakak kelas, dan saya selalu ingat senyuman kamu.

waktu berlalu dengan biasa. saya dengannya, saya menjalani harihari saya, mengisinya, tanpa sedikitpun memikirkan atau ingat akan kamu. saya tertawa, saya menikmati hari hari saya, dan hati saya sudah saya berikan untuknya.. untuk si orang lain.

dan waktu jugalah yang membawa saya ke suatu kampus.. kampus yang sama denganmu. dan disudut hari, setelah menahun, saya melihat kamu. lagi. dengan senyum yang masih sama.
dan apakah kamu tahu? di hari itu saya masih tidak bisa mengendalikan mata saya untuk tidak menatap ke arahmu.ke arah senyum itu..

dan waktu kembali berjalan.. saya bertemu dengan beberapa orang, singgah, tapi akhirnya saya selalu pergi. rutinitas biasa dan lagi lagi saya tiba di suatu hari ketika secara spontan kamu mengirimkan pesan singkat di suatu jejaring sosial kala itu.
lalu apakah semua tampak sempurna? dalam arti dimulai dari dunia maya, kamu mendekat, saya meneerima, dan kita berdua?
salah..

ternyata semesta masi berbicara:
'belum..belum sekarang..belum waktunya'

ya, memang kita akhirnya saling kenal. saling bertegur sapa. kamu dan senyum itu jadi tampak nyata untuk saya. tapi perasaan yang saya rasakan untuk kamu tidak lebih dari itu. saya tidak bisa deskripsikan. tapi saya tidak punya keinginan untuk lebih dekat dengan kamu. tidak sama sekali. ada yang menahan saya untuk membuka hati saya untuk kamu.

ya lagi lagi waktu berkompromi, bulan terus berganti. bahkan saya sempat menitipkan lagi hati saya ke orang lain walau lagi lagi tidak berhasil.
setelah sekian lama saya tidak tahu kamu kemana dan dimana, saya sudah hampir lupa dengan kamu,
dan ya..kamu menyapa saya lagi. dengan media yang hampir sama di waktu yang lalu:
jejaring sosial.

'hai gis apa kabar?'

satu kalimat singkat dengan keadaan yang tidak lagi sama, kamu telah jadi sarjana. kamu sudah satu langkah lebih jauh. dan kalimat singkat itu berlanjut menjadi sms sms rutin, berlanjut menjadi sebuah janji pertemuan yang terencana.
kamu menjemput saya, dan kita makan malam disuatu tempat yang akan selalu saya ingat.
saya ingat bagaimana kamu memesan makanan, saya ingat menu yang kamu pesan, saya ingat bagaimana mukamu saat kamu kepedesan. saya ingat bagaimana kamu meminta saya untuk mau merencanakan pertemuan berikutnya.saya ingat semuanya..

malam itu saya sadar, senyumanmu masih selalu sama.. masih menarik perhatian saya..
dan adalah pertemuan kedua, ketiga, dst..

saya suka tertawa dalam hati saat kamu selalu mencuri pandang ke arah saya di bioskop.
saat kamu terus memperhatikan wajah saya yang sebenarnya saya sadari betul..
bagaimana kamu mendengarkan cerita-cerita saya, bagaimana kamu membaca mata saya..

dan semesta akhirnya membantu saya, membuka hati saya, untuk jatuh sepenuhnya ke hati kamu.. semesta seolah menjawab:
' ya,ini saatnya buat kamu..ini waktunya..dia yang selama ini sebenarnya kamu cari, apa kamu tahu sebenarnya saya telah memberi kamu tanda.. dari beberapa tahun lalu, saya telah menitipkan tanda lewat senyummnya..apa kamu tidak sadar itu?'

sekarang setelah ratusan hari saya bersama kamu, saya seutuhnya telah mendapatkan senyuman itu setiap hari, karena kamu tidak pernah lelah memberinya, tersenyum, dengan sorot mata kamu yang selalu berhasil membuat saya terjatuh, lebih dalam lagi..
dan sampailah saya dititik ini..
titik dimana saya takut senyuman itu tidak akan saya miliki lagi..

You're not lost. You are the sky. Your parts move and now, never rust. You are burning wheels and a turning world. You are the wind in silver hair. This is our road. I am a map to you.

saya mencintai kamu, sepenuhnya. sampai saya tidak tahu lagi harus berkata apa :)

Minggu, 16 Mei 2010

sang pemusik betawi

saya iri dengan orang orang yang bekerja buka karena materi.
beberapa waktu lalu saya punya kesempatan untuk mengenal orang orang yang berdedikasi di bidangnya, yang mencurahkan seluruh hidupnya untuk hal hal yang mereka senangi. yang positif pastinya.

pekerjaan pekerjaan mereka kadang diluar pemikiran kita, un-common, tapi menggugah saya untuk lebih banyak bertanya dan menggali ilmu dari orang orang itu.
dan ya, betul dugaan saya. mereka mengabdikan diri untuk hal hal yang mereka senangi, yang menurut mereka disitulah jiwa mereka.
salah satu kutipan yang saya dapat dari mereka:
'yaoloh non, soulmate itu kgak kudu bini ato laki.. kaya gue, soulmate gw adalah kerjaan gw. gw kerja kaya gini bukan buat duit non. tapi ini adalah idup gw. kesukaan gue adalah tanggung jawab gue buat terus ngejaganye!' -pemusik betawi

dang. statementnya benar2 masuk ke hati saya. membuat saya mencerna lebih dalam lagi.

lalu saya berkaca pada diri saya. saya adalah mahasiswa tingkat akhir. jika kamu tanya apa yang saya lakukan saat saya lulus saya akan jawab:
'gw bakal ngelamar jadi management trainee di prusahaan.. enak gajinya oke untuk fresh graduate'

ya. gaji.

sekali lagi saya kalah.
dan sekarang saya kalah dengan seorang bapak yg bekerja sebagai pemusik betawi.

i respect you all : pelukis keliling malioboro, pelatih silat betawi, penari, artis artis teater, sutradara, penulis prosa...dan pekerjaan pekerjaan ber'hati' lainnya :)